Kontras (contrast)

Tujuan Pembelajaran:

Diharapkan siswa mampu menerapkan prinsip penggunaan warna dan tata letak dengan prinsip kontras untuk menonjolkan informasi penting.

Materi :

Dalam menyampaikan informasi perlu disusun berdasarkan prioritas,sehingga akan muncul informasi mana yang paling penting dan perlu ditonjolkan. Sehingga informasi tersebut akan dieksekusi melalui elemen visual yang kuat dan mencolok. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip kontras yaitu adanya perbedaan yang mencolok pada beberapa unsur tata letak. Kontras dapat anda lakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan menggunakan warna yang berbeda sehingga lebih mencolok, ukuran foto /ilustrasi dibuat besar diantara yang kecil, menggunakan pemilihan font yang berbeda typfont maupun ukurannya, mengganti irama serta arah juga dapat anda lakukan. Sehingga tujuan utama dalam penerapan prinsip kontras adalah untuk memberikan penekanan (embhasis) yaitu untuk mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan (focal point/stopping power/center of interest). Semua istilah tersebut memiliki arti yang sama yaitu pusat perhatian untuk merebut perhatian dan menghentikan pembaca dari aktifitasnya.

 

Harapan setiap desainer adalah selalu ingin setiap orang menoleh ke desainnya, sehingga tanpa adanya stopping power yang kuat karya desain hanya akan dilewatkan orang begitu saja. Akan tetapi dalam menciptakan kontras jangan terlalu berlebihan, ditampilkan secukupnya saja karena apabila terlalu berlebihan justru akan menimbulkan kerumitan, ketidakteraturan dan kontradiksi yang jauh dari kesan harmonis. Sehingga tetap memperhatikan kesederhanaan, menonjolkan semua unsur sama dengan tidak ada yang ditonjolkan.

Gambar 2. Contoh penerapan prinsip tata letak dan warna
https://www.bitebrands.co/2014/10/penerapan-prinsip-desain-grafis-kontras.html

Langkah-langkah menata tata letak untuk menciptakan kontras :

  1. Masukkan objek, ilustrasi atau unsur lainnya dengan ukuran yang berbeda
  2. Letakkan bagian yang penting dari teks (headline) pada sudut melengkung atau posisi yang berbeda daripada teks yang lainnya di kolom lurus
  3. Gunakan huruf tebal, hitam untuk headline dan jenis tek ringan untuk bodytext
  4. Buatlah bidang yang besar di sebelah gambar kecil/sedikit teks
  5. Pilihlah warna yang berlawanan antara unsur utama untuk memisahkan atau menekankan
  6. Gunakan jenis font yang berbeda untuk headline yang membawa informasi penting dengan informasi pendukung

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *