Keseimbangan (Balance)

Gambar 3.2.1 Balance

Setiap karya desain grafis harus dapat mengkomunikasikan informasi secara jelas sekaligus estetis, hal itu memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsur yang ada di dalamnya agara tujuan tersebut dapat tercapai. Keseimbangan akan lebih terlihat ketika anda menyatukan pandangan pada sebuah desain secara keseluruhan, sehingga tidak tertangkap kesan berat sebelah, penuh sebelah, ramai sebelah dan seterusnya. Sehingga keseimbangan atau balance secara visual dapat diartikan dengan kondisi yang sama berat. Pembagiian tersebut dapat dilihat dengan prioritas horizontal (kanan kiri) dan vertikal (atas bawah).

Ada dua metode keseimbangan:

  1. Keseimbangan simetris (formal balance), yaitu keseimbangan yang berdasarkan pengukuran dari pusat yang menyebar dan membagi sama berat antara kiri dan kanan maupun atas dan bawah secara simetris atau setara. Keseimbangan ini bersifat sederhana, terkesan resmi atau formal.

    Gambar 3.2.2 Keseimbangan Simetris
  2. Keseimbangan asimetris (informal balance), yaitu merupakan keseimbangan yang tersusun atas unsur-unsur yang berbeda antara kiri dan kanan namun dari komposisinya terasa seimbang. Keseimbangan asimetris dapat dilakukan dengan penyusunan ukuran, garis, warna, bidang dan tekstur. Di satu sisi menempakan beberaoa unusr dengan ukuran kecil dan disisi lain dengan satu unsur yang berukuran besar sehingga terasa imbang. Keseimbangan ini terkesan dinamis tidak monoton dan tidak formal.

    Gambar 3.2.3 Keseimbangan Asimetris

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *