Jenis-Jenis Warna

Pengetahuan tentang warna merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagi setiap individu yang bekerja di bidang prepress khususnya desain. Sebelum menentukan warna yang sesuai dalam mendesain, alangkah baiknya jika kita mengenal dahulu lingkaran warna (color wheel) seperti pada gambar berikut:

Gambar 4.2.1 Warm & Cool Colours

Jenis-jenis kombinasi warna dalam lingkaran warna berdasar kompenen penyusunannya, terdiri atas beberapa bagian yaitu:

  1. Warna primer, yaitu warna dasar/warna pokok dalam lingkaran warna yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari 3 warna dasar yaitu Red, Yellow, Blue (merah, kuning, biru). Warna yang dihasilkan dari kombinasi warna primer adalah warna sekunder dan campuran dari warna primer dan sekunder disebut warna tersier.
  2. Warna sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran dua warna primer dengan perbandingan sama. Warna sekunder terdiri dari ungu (campuran dari merah dan biru), jingga (campuran dari merah dan kuning) dan hijau (campuran dari biru dan kuning).
  3. Warna tersier, yaitu campuran warna primer dan sekunder dengan perbandingan yang sama. contoh percampurannya yaitu sebagao berikut: a.) Kuning+jingga=kuning jingga (golden yellow), b.) Merah+jingga=merah jingga (burnt orange), c.) Kuning+hijau=kuning hijau (lime green), d.) Biru+hijau=biru hijau (turquoise), e.) Biru+ungu=biru ungu (indigo), f.) merah+ungu=merah ungu (crimson)
  4. Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna. Contoh  deretan warna dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju kuning, dll.
  5. Warna kontras atau komplementer, yaitu warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang bersebrangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolak nilai ataupun kemurnian warna. Contohnya warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu  dan biru dengan jingga.
  6. Warna netral, yaitu hasi percampuran dari warna primer, warna sekunder dan warna tersier. Warna netral ini tidak mengarah ke tiga warna utama tersebut karena pencampuran warna bisa dalam komposisi yang berbeda
  7. Warna hangat (warm color), yaitu kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna hangat mengesankan jarak yang dekat.
  8. Warna dingin (cool color), yaitu kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.

Sedangkan menurut proses pencampuran warna pada peralatan/perangkat, warna dibedakan menjadi:

  1. Warna additive, yaitu percampuran warna primer yang bersumber pada cahaya terdiri atas red, green, blue. Contohnyaadalah pada monitor komputer atau layar televisi. Apabila ketiga warna tersebut dicampurkan dengan perbandingan yang sama akan menghasilkan warna putih. Sebaliknya apabila ketiga warna tersebut dicampurkan dan intensitasnya diturunkan hingga habis maka akan menghasilkan warna hitam. Pecampuran dua warna primer akan menghasilkan warna sekunder (subtractive), warna sekunder yang dihasilkan adalah: cyan (campuran warna green dan blue), magenta (campuran warna blue dan red) dan yellow (campuran warna red dan green). Oleh karena komponen warna additive terdiri dari red, green dan blue, maka konsep warna tersebut dikenal dengan istilah  Warna additive dipergunakan untuk karya visual yang ditampilkan secara elektronik seperti display pada televisi, monitor misalnya desai web, maupun slide show.

    Gambar 4.2.2 RGB & CMYK
  2. Warna subtractive, yaitu warna sekunder dari warna additive. Perbedaaannya adalah pada material pembentuknya, warna additive dibentuk dari cahaya sedangkan warna subtractive dibentuk dari pigmen warna contohnya adalah tinta cetak. Warna sebtractive terdiri dari cyan, magenta dan yellow. Apabila ketiga warna tersebut dicampurkan akan menghasilkan warna keempat yaitu hitam, namun karena keterbatasan jangkauan pigmen maka warna yang muncul adalah coklat tua. Sehingga untuk menambah kepekatan perlu ditambahkan warna hitam (K) yang diartikan sebagai key. Oleh karena komponen warna subtractive terdiri dari cyan (C), magenta (M), yellow (Y) dan black/key (K) maka konsep warna tersebut dikenal dengan CMYK. Warna CMYK kita temukan pada industri percetakan offset atau printing maupun printer komputer yang dihasilkan dari kombinasi tinta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *