Sekilas Perkembangan Desain Grafis

Tujuan Pembelajaran : Diharapkan mampu mengetahui bagaimana sekilas perkembangan dari desain grafis.

Sejak abad ke-15, masyarakat telah meletakkan peranan seni dalam menambah  nilai  estetika  dalam  kehidupan  mereka.  Pada  saat  ini, profesi desain grafis belum berdiri sendiri, masih menjadi bagian dari dunia seni.

Pada  abad  ke-17,  Henry  Cole  menjadi  salah  seorang  yang  paling berpengaruh  dalam  pendidikan  desain  di  Inggris.  Ia  meyakinkan pemerintah  tentang  pentingnya  desain  dalam  sebuah  jurnal  yang berjudul Journal  of  Design  and  Manufactures.  Ia  menyelenggarakan The  Great  Exhibitionsebagai perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.

Pada abad ke-18, tepatnya dari tahun 1891 sampai 1896, percetakan William  Morris  Kelmscott  mempublikasikan  buku  karya  desain  grafis yang dibuat oleh gerakan Arts and Craftsdan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain  grafis.  Morris  juga  memelopori  pemisahan  desain  grafis  dari seni rupa. Karya–karya Morris dan karya dari pergerakan Private Presssecara langsung memengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan awal dunia desain grafis.

Pada  abad  ke-19,  komunikasi  grafis  menjadi  bidang  profesi  yang berkembang  sangat  pesat  sejak  Revolusi  Industri,  di  saat  informasi melalui media cetak semakin luas digunakan dalam perdagangan (iklan,  kemasan),  penerbitan  (koran,  buku,  majalah),  dan  informasi seni budaya. Perkembangan bidang ini erat hubungannya dengan meningkatnya  kesadaran  akan  manfaat  yang  dapat  dipetik  dari keakuratan  penyampaian  informasi  pada  masyarakat.  Kata graphic design kali  pertama  digunakan  pada  tahun  1922  di  sebuah  esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Designyang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.

Pada  abad  ke-20,  peranan  komunikasi  yang  diemban  makin beragam, antara lain informasi umum (information graphics, signage), pendidikan  (materi  pelajaran  dan  ilmu  pengetahuan,  pelajaran interaktif pendidikan khusus), persuasi (periklanan, promosi, kampanye sosial), dan pemantapan identitas (logo, corporate identity, branding). Munculnya  istilah komunikasi  visualsebenarnya juga merupakan akibat dari makin meluasnya media yang dicakup dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini, yaitu percetakan/grafika, film/video, televisi, web design,  CD  interaktif, gadget(android,  tablet,  iphone), dan lain-lain. Perkembangan itu telah membuat bidang ini menjadi kegiatan bisnis yang sekarang sangat marak melibatkan modal besar dan banyak tenaga kerja. Kecepatan perkembangannya pun berlomba dengan kesiapan tenaga penunjang pada profesi desain grafis.

Pada  masa  sekarang  yaitu  abad  ke-21  ini,  peranan  desain  grafis menjadi sangat individual. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh tren media sosial dalam dunia komunikasi teknologi, yang menjadikan media komunikasi lebih berbasis personal, testimonial, dan komunitas.

Dengan demikian, kuantitas pengguna desain grafis menjadi semakin luas,  untuk  itu  semakin  dibutuhkan  pula  nilai-nilai  profesionalisme untuk memberikan lingkup dan peranan yang jelas bagi dunia desain grafis dalam dunia komunikasi seni.

Sumber :     Bahan Ajar Kursus dan Pelatihan Desain Grafis Kemendikbud 2016

Hostinger https://www.hostinger.co.id/tutorial/cara-menambahkan-social-media-di-     wordpress/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *