Model-Model Warna

Tujuan Pembelajaran : Mampu memahami berbagai model-model warna  

Seseorang yang bekerja dibidang prepress khususnya desain grafis sangat penting untuk memahami model warna yang ada dalam sistem komputer, karena melesetnya pewarnaan sering terjadi pada pembuatan desain dengan komputer . Hal ini disebabkan terkadang warna yang terlihat pada layar monitor berbeda ketika dicetak.

Model warna adalah sebuah cara yang digunakan untuk menentukan warna. Model warna akan menunjukan warna yang akan tampil pada layar monitor dan warna yang akan muncul pada kertas (percetakan).

Pada Adobe Photoshop, ada beberapa model warna yang disediakan, antara lain : RGB, CMYK, LAB, dan HSB. Tetapi yang biasa digunakan di Indonesia adalah CMYK. Gambar yang biasa dibuat untuk website menggunakan model warna RGB, sementara gambar yang dibuat untuk cetak offset menggunakan model warna CMYK.

Dalam kebutuhan cetak dan printing, warna yang dipakai adalah sistem atau model CMYK, sedangkan untuk tampil di layar monitor (web, wallpaper, game, video) warna yang biasa digunakan adalah RGB dan RGB Hexadecimal. Berikut adalah sistem atau model warna, antara lain :

  1.  RGB (Red Greed Blue)

Model warna RGB terdiri atas tiga channel dalam mereproduksi warna yakni red, green dan blue. Gambar dalam bentuk RGB bekerja dengan format 24 bit dan setiap channel warna R,G,B mengandung 8 bit. Alat elektronik (monitor, scanner, kamera digital, TV) bekerja dengan model warna RGB. Sehingga warna yang dikerjakan pada piranti elektronik apabila akan dicetak maka harus diconvert ke model CMYK. Agar warna hasil cetakan dapat sama dengan warna pada monitor maka harus dilakukan kalibrasi pada peralatan yang digunakan.

Dalam penggunaan warna RGB ini sangatlah sederhana. Skala yang digunakan warna ini adalah 0 (hitam) sakla paling rendah, sedangkan slaka paling tinggi yaitu 255 (putih). Untuk mendapatkan warna yang indah, memakainya harus dengan kombinasi yang sesuai.

2. CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)

Model warna CMYK terdiri atas empat channel dalam mereproduksi warna yakni Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Secara umum gambar dalam bentuk CMYK bekerja dengan format 32 bit dan setiap channel warna C,M,Y,K mengandung 8 bit. Contoh alat yang bekerja dengan model warna CMYK adalah tinta printer dan offset. Model warna CMYK dan RGB memiliki perbedaan jangkauan warna yang disebut dengan gambut warna (color gamut) / color space, sehingga gambar dengan model CMYK pada monitor akan lebih redup apabila dibandingkan dengan model RGB.

Dalam pemakaian warna CMYK ini memiliki slaka 0% sampai 100%. Contoh warna merah terang maka presentasenya adalah Cyan 2% Magenta 93% Yellow 90% dan Black 0%. Jika semua skala dijadikan 0% maka akan muncul warna putih sedangkan warna hitam jika semua skala dijadikan 100%..

3. HSL (Hue Saturation lightness)

HSL adalah karkateristik warna yang didefinisikan menggunakan komponen H (hue), S (saturation) dan L (lightness). Hue menyatakan nilai dari pigmen warna, dan diukur dengan satuan derajat dari 0 sampai 360. Hue dipakai untuk klasifikasi warna merah/red (0 derajat), kuning/yellow (60 derajat), hijau/green (120 derajat), biru muda/cyan (180 derajat), biru/blue (240 derajat), dan merah jingga/magenta (300 derajat).

Saturation/chroma adalah derajat intensitas suatu warna (intensity) dengan nilai antara -80 hingga 120 yang berfungsi untuk mendefinisikan kemurnian suatu warna, baik cenderung kotor (grayish) maupun cenderung dominan (murni). Semakin tinggi nilai presentasenya maka gambar warnanya semakin tajam, semakin rendah presentasenya maka gambar warnanya semakin tajam, semakin rendah presentasenya maka gambar akan semakin menuju keabu-abuan. Lightness disebut juga dengan luminance, brightness atau value. Lightness adalah nilai putih yang terkandung dalam warma tersebut, pada umumnya diukur dalam presentase dari 0% (hitam) ke 100% (putih). Semakin tinggi nilai presentasenya maka semakin cerah warnanya, semakin rendah presentasenya maka semakin pudar warnanya, semkain rendah presentasenya maka semakin pudar warnanya. Lightness adalah nilai gelap terangnya suatu warna, sehingga lightness dipakai sebagai pembanding seberapa gelap atau terang suatu gambar.

4. Lab Color-Lightnessa (green-red axis) b (blue-yellow axis)

Lab merupakan model warna tiga dimensi yang terdiri atas Luminance yaitu unsur untuk mengukur kecerahan/gelap terang (lightness), a yaitu komponen warna koordinat chromatic yang mempresentasikan jangkauan warna dari merah ke hijau, dan b yaitu komponen warna dari biru ke kuning. Luminance memiliki nilai antara 0 (paling gelap) dan 100 (paling cerah), sedangkan untuk a dan b memiliki nilai warna antara 128 dan minus 127.  Lab dinyatakan dalam bentuk LCH, dimana L (lightness), C (chroma) dan H (hue).

Gamut warna adalah batasan aera warna yang mampu dihasilkan oleh suatu peralatan dalam memproduksi warna. Peralatan yang bekerja dengan model RGB seperti monitor memiliki gamut warna yang lebih luas dibandingkan dengan peralatan yang bekerja dengan model CMYK seperti mesin cetak offset. Perbedaan nilai gamut inilah yang menjadi factor dalam menghasilkan warna sehingga warna di monitor berbeda dengan hasil cetakan. Besar kecilnya gamut dapat diketahui dengan menggunakan software color management.

Perbedaan arna spot dan warna proses

Kita pernah melihat warna yang menyala (ngejreng) pada media cetak (majalah, leaflet, poster, paper bag, dll). Misalnya pink, hijau muda, kuning dll? Bisa jadi warna tersebut adalah warna spot atau warna special. Warna spot adalah warna solid tunggal yang dikomunikasikan dengan Pantone chart yang merupakan standar internasional.

Sedangkan warna proses adalah warna yang terdiri atas Cyan, Magenta, Yellow dan Black, sering disebut dengan CMYK. Warna prosesmerupakan warna standar dalam produksi cetak offset. Meskipun warna spot sudah dikonversi ke model CMYK, hasilnya tetap tidak bisa menyamai warna spot yang tunggal tadi, karena gamut warna yang dimiliki tinta spot lebih lebih besar dibanding gamut tinta warna proses.

Sumber : Bahan Ajar SMK Grafika Kelas XI Desain Grafis

Beragam Model Warna http://www.belajargrafika.com/2016/06/beragam-model-warna.html

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *