Revisi

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan memahami materi tentang Revisi dalam Proses Rancangan Desain Grafis.

Materi

Revisi dilakukan apabila tidak adanya kesesuaian dari apa yang sudah direncanakan dan atau ada perubahan lainnya. Dalam melalui proses revisi ini, sikap dan mentalitas seorang desainer grafis sangat menentukan keberhasilan proses. Hal ini tentunya terkait dengan sejauh mana desainer dapat melihat dari sudut pandang klien terhadap permintaan solusi visual mereka.

Dalam menghadapi klien pastinya akan ada revisi dalam desain yang kita buat. Perihal ini kita sulit menghindari karena desain mempunyai sifat subjektif, sehingga subjektifitas orang akan berbeda-beda. Jadi menghindari revisi sepertinya merupakan sebuah kemustahilan.

Jadi yang bisa kita lakukan adalah mencari cara menghadapi revisian, agar bisa menyiapkan tindakan preventif. Jadi tips nya adalah berikut ini :

1.Berkomunikasi dengan baik diawal, tujuan dan kegunaan project hasil akhir

Gambar 1. Communication is Key

(Sumber: http://ampsinc.net/communication-is-key/)

Titik yang paling penting dalam proses pengerjaan projek. Pada tahap ini kita pada tahap analisis keinginan dari calon klien kita. Biasa, selalu gunakan pertanyaan 5 W 1H, untuk dapatkan informasi yang jelas-jelasnya. Tidak usah ragu jika dibilang bawel, karena kalau kita yang gak bawel di awal, kita yang di bawelin di tengah-tengah projek. Mas ini gimana sih, kok gak sesuai dengan yang di brief? kata salah seorang klien ketika kita ngasih draft.

Kalau sudah begitu kejadinnya kan kita sendiri yang jadi kewalahan, harus membeli tambahan kafein untuk meredam perasaan kesal.

Mulai lah dengan kenapa. Kenapa mbak ingin membuat illustrasi wajah ini untuk suami mbak? Ini mas, untuk memperingati hari pernikahan ke tiga kami, saya ingin ngasih kejutan gitu loh mas, tapi saya tidak tahu caranya. Eh saya baca salah satu artikel katanya bisa dengan lukisan wajah kita berdua. Kontennya saya mau kita berdua, sedang duduk dalam kursi sambil melihat danau ketika sore-sore gitu mas.

Pada proses ini, usahakan agar klien kita merasa nyaman untuk bercerita, dan kita memperhatikan setiap cerita. Jangan sibuk dengan hal lain ketika itu karena kita sedang bekerja untuk membantu mewujudkan impiannya. Inget rolenya: klien adalah raja.

2. Terjemahkan informasi yang kita dapat ke dalam suatu desain

Gambar 1. Learn graphic design resources

(Sumber: https://justcreative.com/2018/03/12/learn-graphic-design-resources/)

Setelah kita sudah banyak mendengar cerita-cerita dan maksud serta keinginan dari klien kita. Kita bisa mulai membayangkan ke dalam bentuk visual. Search di google untuk gambar-gambar yang sekiranya hampir mendekati bayangan visual kamu. Jika klien kita punya contoh mereka sendiri, itu lebih baik. Bisa kita gunakan untuk acuan kita dalam membuat desain.

3. Menyepakati target, batasan revisi

Gambar 1. Revision

(Sumber: https://sinausap.com/2017/12/20/revisions/)

Menyepakati target projek akan berapa lama ini dikerjakan. Pasti kamu sendiri sudah punya alokasi waktu standar yang bisa kamu lakukan dalam melakukan proses desain. Seperti mulai dari cari referensi, membuat sketch di kertas dan kemudian menuangkan ide kamu dalam bentuk digital.

Tentukan juga batasan revisi, agar klien tahu batasan perubahan yang bisa dilakukan. Agar sama-sama enak, klien paham batasan dan kamu juga bisa fokus pada eksplore pada ide bukan pada perasaan kesal karena revisi yang tiada ujung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *