Kesatuan (unity)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan memahami materi tentang Kesatuan (unity) pada Prinsip Tata Letak.

Materi

Kesatuan atau unity merupakan salah satu prinsip yang menekankan pada keselarasan dari unsur-unsur yang disusun, desain bisa dikatakan menyatu apabila secara keseluruhan tampak harmonis. Prinsip kesatuan juga dikenal dengan istilah Proximity yang artinya kedekatan. Prinsip ini dipakai untuk menyatukan unsur-unsur layout seperti tipografi, ilustrasi, warna, dll. Dengan adanya kesatuan itulah, unsur-unsur didalamnya akan saling mendukung dan melengkapi sehingga diperoleh fokus sesuai tujuan yang diinginkan. Prinsip kesatuan memiliki peran untuk menyatukan arah.

Penggunaan bahasa visual yang harmonis, utuh, dan senada agar materi pesan dipersepsi secara utuh (komprehensif) yang menyatu dan harmonis di dalam sebuah karya grafis. Hal ini menjadi sebuah upaya yang bertujuan memudahkan pengamat desain menangkap sebuah nuansa visual yang tematik dan mempermudah proses pembentukan pemetaan hierarki informasi yang hendak disampaikan.

Gambar 1. Tata letak yang memiliki kesatuan harmony.

(Sumber: lookslikegooddesign.com)

Dari sisi bentuk kata, kesatuan berasal dari kata dasar ‘satu’, yang artinya utuh. Tidak terpecah. Karena itu kesatuan menjadi bermakna bergabungnya berbagai aspek, ragam dan corak menjadi satu kebulatan penuh. Solid. Tidak ada satu bagianpun yang terpecah keluar dari alur kebulatannya. Sama dengan sebuah perkumpulan orang-orang, grup atau komunitas tertentu, jika mereka sudah solid, atau sudah satu, itu artinya semua anggotanya sudah satu visi dan satu misi. Tak seorang pun yang berbeda haluan. Jika diantara mereka sudah bersilang prinsip dan pendapat, maka komunitas tersebut disebut tidak solid. Sudah pecah.

Begitu juga dengan kesatuan dalam prinsip Desain dan Seni Rupa. Kesatuan berarti bahwa setiap unsur visual yang ada, terangkum dalam satu prinsip dan kebulatan penuh. Mulai dari garis, bidang, bentuk, warna dan seterusnya yang membentuk sebuah desain, selaras dan proporsional. Tidak ada satu unsur pun yang menyimpang dari alur keselarasan. Semuanya, terangkum membentuk citra atau kesan visual yang sama. Singkatnya, semuanya sudah utuh.

Contohnya jika dalam sebuah desain menggunakan bidang dengan pola-pola geometris, maka semua bidang, tetap menggunakan pola-pola geometris. Jika ada beberapa objek gambar yang menggunakann pola tidak berarturan atau abstrak, maka dari segi bentuknya, desain tersebut disebut tidak satu kesatuan. Begitu juga dengan warna yang digunakan. Jika setiap bidang yang ada menggunakan warna-warna kontras, lalu ada beberapa bidang yang menggunakan warna pastel, maka desain tersebut dari sisi warna, tidak menggunakan prinsip kesatuan. Karena warna-warna yang digunakan, tidak dalam satu rumpun atau keluarga. Ada warna yang menyimpang dari alurnya.

Jadi dalam prinsip kesatuan, sebuah desain, harus punya sebuah visi yang jelas. Harus punya target, kesan visual seperti apa yang ingin dibangun dibalik tampilannya. Dan untuk mencapainya, diperlukan sikap dalam memilih jenis unsur dan pola penataan setiap elemennya, lalu konsisten dengan sikap tersebut. Tapi jika tidak, maka saat membuat elemen demi elemennya, seorang Desainer akan kehilangan arah.

Misalnya anda sudah punya sikap akan membuat sebuah desain yang menimbulkan kesan heroik dan tegas. Maka objek-objek gambar yang anda buat, tentu akan menggunakan bidang-bidang yang terkesan heroik dan tegas, misalnya bidang-bidang yang garisnya lurus. Dan setiap sudutnya, tajam. Tidak mungkin anda menggunakan bidang-bidang yang garisnya melengkung dengan gemulai. Begitu juga dengan warna yang digunakan, tentu anda akan menggunakan warna-warna yang kontras, agar kesannya, menjadi spontan dan dinamis. Tidak mungkin anda akan menggunakan warna-warna yang lembut untuk membangun citra ketegasan. Intinya, agar desain memenuhi prinsip kesatuan, tentukan sikap dari awal sebelum membuat sebuah karya, sehingga sikap itu akan menjadi kompas dalam menata setiap unsur desain yang akan digunakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *