Konsep Perancangan Desain Grafis

Tujuan Pembelajaran: Menjabarkan Konsep Dasar dari Perancangan Desain Grafis

Creative Processes Sc: Pinterest

Konsep adalah hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan, kelayakan, dan sasaran yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak nongrafis, antara lain ekonomi, politik, hukum, budaya, dan sebagainya, yang kemudian diterjemahkan ke dalam visual (bentuk, warna, tipografi, dan seterusnya).

Konsep adalah sebuah pemikiran atau gagasan yang berupa tujuan/ maksud, sasaran atau segment pasar yang dituju (audience) yang berasal dari desainer atau klien yang akan mendasari dalam perancangan dan pembuatan desain grafis. Umumnya para klien akan memberikan sejumlah tujuan, kemudian desain grafis akan memvisualisasikanya kedalam sebuah produk grafis. Konsep yang didapat bisa mencakup berbagai bidang seperti; ekonomi, politik, sosial, pendidikan,budaya dan lain-lain.

Contoh kasus: Sebuah partai politik ‘X’ ingin menampilkan logonya sesuai dengan karakter partai dan anggotanya. Dengan mempelajari kehidupan/karakter partai tersebut, seorang desainer dapat membuat konsep, seperti bersemangat, kokoh, keanekaragaman, dan berlandaskan agama.

Langkah-langkahnya adalah:

Mencari Informasi Kebutuhan

Saat sebuah proyek desain dimulai, kita harus mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi menenai desain yang akan kita buat. Informasi itu bisa didapat dari klien atau sumber lain. Informasi yang dibutuhkan seperti:

  1. Apa kebutuhan klien
  2. Siapa target Audience, contohnya lokasi mereka ada dimana, adatnya apa, agamanya, Bahasa, kebiasaan, usia berapa, pendidikannya apa, status ekonomi, gaya hidup, kepribadian dll
  3. Produk apa yang akan dibuat
  4. Apa pesan yang ingin disampaikan
  5. Ukuran atau dimensinya
  6. Filosofi
  7. Pesaingnya siapa dll
  8. Membuat Kerangka Kerja

Setelah selesai mengumpulkan informasi maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka kerja. Kerangka kerja yang dibuat adalah agenda tertulis mengenai langkah desain yang akan dilalui serta dilengkapi dengan tujuannya, ukuran media, kapan diselesaikan, anggaran biaya yang direncanakan dll. Hasil kerangka kerja ini biasanya dituangkan dalam Creative Brief.

Mencari Ide Kreatif

Kreatifitas adalah jiwa dalam seorang desainer. Terkadang ide kreatif ini tidak bisa muncul begitu saja setelah membuat kerangka kerja. Biasanya ide ini muncul dari kebiasaan-kebiasaan desainer dalam mencari ide.

Langkah-langkah yang umum dilakukan desainer dalam mencari ide kreatif adalah:

  1. Jalan-jalan/Survey
    Biasanya desainner akan jalan-jalan ketempat yang disukai maupun ketempat yang berhubungan dengan karya yang dibuat. Ini berfungsi untuk merilekskan pikiran.
  2. Brainstorming
    Brainstorming adalah bertukar ide, ngobrol-ngobrol dengan klien, keluarga maupun teman-teman yang bisa diajak bertukar pikiran. Ide kreatif itu tidak tahu kapan dan dimana munculnya
  3. Sketsa
    Desainer akan menulis coretan-coretan di kerta untuk mencari ide, menggabungkan informasi yang telah dikumpulkan dengan pengalaman yang telah didapatkan
  4. Membaca Buku
    Membaca buku juga dapat untuk mencari ide kreatif, apakah itu buku mengenai desain, komik, novel ataupun buku lainnya.

Langkah ini adalah langkah-langkah yang biasa dilakukan oleh desainer dalam mencari ide. Seperti ada yang memilih berlari-lari dipintai untuk mencari ide, ada yang menonton Film, belanja dan lain-lain

Olah Data
Olah data adalah mengumpulkan data atau menggabungkan data yang telah diperoleh, apakah data informatif maupun data estetis, apakah data informasi yang diperoleh maupun sketsa kasar, aplikasi yang digunakan, gambar yang telah dicari dll

Visualisasi
Visualisasi adalah memvisualkan seluruh data yang telah digabung tadi menjadi bagian-bagian karya desain yang akan dirancang.

Pemilihan Warna
Pemilihan warna adalah penggambaran informasi dalam bentuk ilustrasi warna seperti jika target desain ini adalah ABG maka warnanya haruslah yang mencolok, jika targetnya adalah Orang Tua maka warnanya haruslah warna gelap yang sesuai dengan mata orang tua. Warna Background juga disesuaikan dengan target audience.

Layouts
Layouts adalah menyusun dan menata data-data yang telah dikumpulkan. Tata letak tulisan dan gambar yang sesuai. Perhatian penting untuk layouts adalah proporsi harus sesuai, keseimbangan, focus desain yang harus ditentukan, irama dan kontras desain.

Finishing
Tahap ini adalah tahap penggunakan software grafis dalam merancang hasil karya desain grafis. Software yang biasa digunakan seperti Corel Draw, Adobe Ilustrator, Photoshop, Adobe Indesign, 3DMax, After Effects dll.

DAFTAR PUSTAKA

itdesain. (2017, Maret 6). Proses Perancangan Karya Desain Grafis. Retrieved from IT Desain: https://itdesains.wordpress.com/2017/03/06/proses-perancangan-karya-desain-grafis/

Widya, L. A., & Darmawan,, A. J. (2016). Pengantar Desain Grafis. Jakarta: Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *